Selasa, 21 Oktober 2014

Surat Terbuka Untuk Saudara

Hai saudara bagaimana kabarnya
Terhitung sudah 3 hari sejak perpisahan di bandara

Sehat ? Ya aku harap kau tetap dan jaga kesehatan

Bagaimana laut ? Pasti jauh berbeda dari yg kamu kira..
Tapi tak mengapa nanti juga terbiasa..

2 tahun itu waktu yg cukup lama..
Cukup lama untuk sebuah pengalaman..


Oh iya ngomong- soal tahun ..
8 atau sembilan tahun yg lalu kita lagi akrab-akrabnya... Walaupun kadang bertengkar karena hal biasa.. Waktu itu kita sedang gila-gilanya seolah-olah dunia ada di tangan kita...
Berharap suatu saat mempunyai mobil pw combi yg didalamnya ada tempat tidur kulkas dan hal lainya yg dibutuhkan untuk keliling dunia..
Walau waktu itu kita hanya menaiki satu sepedah kamu yg bawa aku dibonceng kadang sebaliknya...

Sampai saat sepedah kamu hilang dan kita tidak punya kendaraan lagi untuk mencari jalan rahasia yg ada di kota..

Untung om kita tidak tahu kalau waktu itu kita pakai sepedah miliknya untuk bersuka ria di jalan raya.. Sialnya rantainya rusak entah mengapa, pusing dibuatnya, bingung harus bilang apa ke om kita... Untungnya sebagai petualang bisa dibilang kita jenis yg pantang menyerah.. Buktinya kita bisa mengembalikan sepedah om kita seperti semula.. Walau harus menghutang ke salah satu teman kita.. Tenang saja kita berdua telah mulunasinya...

Kalo diingat seru juga masa kecil kita.. Itu baru sebagian kecil dari hal-hal keren kita berdua yg sekarang jadi moment berhaga..

Sudah dulu yaa..
Disini aku juga akan mewujudkan cita-cita
Pastinya gak mau kalah sama kamu yg kerja keras disana.... Hhe

Sampai bertemu 2 tahun lagi di tingkat yg berbeda.. semangat doa kami menyertaimu wahai saudara....


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar