Minggu, 12 Oktober 2014

Ini Cerita Sial

Sebelum mulai mari kita cari tahu arti kata "sial"
Sial >> sial
Yg benar itu simple, dan yg simple maknanya luas


Note : Certia ini berlaku bagi siapa saja yg pernah sial seperti saya 





Sialnya adalah saya ihsanta gitamaji cholid marzan terjebak di ruang nostalgia orang lain... Semakin saya jatuh cinta semakin saya mendalami ceritanya... Ya ceritanya dia bersama dia yg membuatnya menjadi sedemikian rupa... Entah siapa yg salah dan siapa yg benar, karena benar sial, saya mengenal keduanya.

Saya tidak tau betul cerita cinta mereka berdua sebelumnya.. Sialnya hal itu membuat saya penasaran hingga memutuskan untuk mencari.

Mencari tahu apa yg terjadi, mencoba menelisik lebih dalam lagi. Then bam..
Head shot ! Otak mulai beku , jari jemari mulai kaku, diam membisu sambil membayangkan....
Membayangkan seandainya saya ada di kondisi itu, menangis ? Yaa kenapa tidak ! ... Emosi ? Yaa kenapa tidak !

Stop ... Ini bukan urusanmu cholid..
Lantas siapa ? Dia ? Dia ........:'(

Whoooo shaaaaaah …

Loading please wait........


Oke balik lagi ke topik..
Sial.. Ucapan dia benar aku T.E.L.A.T
Aku datang di tengah permainan berlagak seperti pemain pengganti yg baru saja di beli.. Singkatnya tidak tau apa-apa tentang keadaan lapangan sebelumnya.. Kurang ajar, itu lah kata yg cocok untuk diriku.. Pantaslah jika para penonton menyurakiku dengan sinis "gak tau malu, gak tau malu "

Dan sialnya aku yg tidak tau apa-apa masuk kedalam lapangan dengan polosnya bermodalkan keyakinan karena dorongan cinta...
Menit-menit awal aku semangat mengejar bola, dengan berbagai cara yg terlintas aku berusaha walau belum ada satu gol pun yg aku cipta, hingga ada saat dimana aku harus menendang bola ke arah gawang, karena aku yakin ini pasti masuk, dan bam ! Dengan mudahnya bola itu di tepis oleh penjaga gawang,,,
Di saat itu aku mulai terdiam.. Mulai menjauh dari bola sempat berfikir untuk keluar dari lapangan...
Mulai terdengar suara penonton yg berteriak "kepedean sih lo hahaa"..

Oke saya cuman pengganggu permainan.. Dengan setengah hati saya memutuskan untuk keluar lapangan...

Sialnya tiba-tiba saya teringat... Teringat saat-saat sebelum pertandingan, dimana saya meminta doa orang tua, kakak,saudara, dan teman supaya saya berhasil..

Akhirnya keputusan saya berubah 160°, memilih untuk melanjutkan permainan.. Berharap hasil yg berbeda dari sebelumnya....

Dan ternyata.....
Keputusan itu hanyalah proses pengulangan kejadian. Nihil singkatnya.. Akhir yg sama..

Enough ilustrasi permainan bola.. Karena ini bukan sekedar permainan(titik)


Paragraf akhir :

"Cinta tidak bisa dipaksakan" ucap orang yg saya tidak tahu siapa.
Saya memutuskan untuk berhenti sejenak.... Mungkin akan lama.. Tapi tak mengapa, dengan memanfaatkan jeda yg ada saya bisa lebih memantaskan diri saya untuknya nanti, jika jodoh itu juga... Aamin hhi



Bonus :

 aku rapopo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar