Kamis, 24 November 2016

Rindu

Rindu adalah anugerah, jika bersyukur maka akan ditambah, mengeluh tidak mengubah.
Jadilah sama jika bersedia, jika tidak, maka janganlah berubah.
Karena rindu itu sebuah pohon, yang akan tumbuh subur jika disirami syukur, sudah lama mata ini terpaku, pada dahan panjang berdaun hijau, tempat buah bermunculan.
Duhai jarak yang memisahkan, kenalkah kau dengan waktu, jika ia maka sampaikan permintaanku, putar kembali masa itu.

Senin, 21 November 2016

Kotak Suara

Aku adalah kegagalan yang berulang-ulang. Nafsu biadabkulah yang menuntunku ke jalur yang sama. Dengan rayuanya aku menghapus peristiwa yang akan terjadi jika aku berada di jalur yang sama. ya seperti perkataan orang bijak "hanya orang gila yang mengharapkan hasil yang berbeda dari cara yang sama".
Jika bicara tentang kenanganan, maka tidak akan ada habisnya, padahal sejatinya habis dulu baru bisa dikenang. Jika diresapi sebenarnya bukan tidak ada habisnya, karena ego terdalam belum terpenuhi, disebabkan hal-hal yang diharapkan belum tercapai atau tidak tercapai lebih tepatnya, sehingga membuat labirin yang tidak ada ujungnya, satu-satunya cara adalah menghancurkan dinding dari labirin tersebut, walaupun terdengar radikal, namun itulah kenyataanya, paksaan diperlukan untuk keluar dari kotak yang mengurung kita. Setelah itu jalan akan terbuka, sesekali kita bisa kembali ke labirin itu untuk belajar, namun tenang saja, karena kita sudah mengetahui jalan keluar dari tempat itu. Namun sialnya ternyata ada banyak hal yang belum kita ketahui, dan dengan keterbatasan itu kita mulai menilai, menilai orang lain, lalu menyingkirkan yang tidak berguna atau yang merugikan. Teman adalah objek yang sangat dekat menurut kita, maka tidaklah asing jika kita gemar merusak hubungan kita demi kesempurnaan yang diangan-angankan, padahal jika kita lihat lebih jauh, diri kita sendirilah yang lebih dekat dari orang lain,oleh sebab itu kebanyakan orang yang berada dipenilaian yang rendah, mulai membenci dirinya sendiri. Namun tenang saja, itu adalah proses, entah menuju kemana saya tidak tahu, apapun adalah apapun, ah bosan.

Delicious Ambiguity

I wanted a perfect ending. Now I've learned, the hard way, that some poems don't rhyme, and some stories don't have a clear beginning, middle, and end. Life is about not knowing, having to change, taking the moment and making the best of it, without knowing what's going to happen next.
Delicious Ambiguity.
Gilda Radner

Senin, 14 November 2016

Semua orang galau

bahkan orang tua kita sekalipun pernah mengalami hal itu, jadi santai dan tetap positif karena banyak tanda tanya di dunia ini. jadi mainkan saja semua yang kita ketahui, berbagi wawasan dengan siapapun, bantu langkah mereka, siapa tau dia itu anu. Bergegaslah tinggalkanlah hal yang tidak berguna dan berdosa. Jujurlah dengan hatimu, ungkapkan apa yang hatimu ingin ungkapkan, jangan tertahan oleh ragu apalagi expektasi yang gak jelas alesanya. So lets the journey continue.

Resah

Seiring berjalanya waktu, aku dan rasa kerap kali hilang kesinambungan.
Kata rasa itupun sendiri memiliki banyak arti yang berbeda maknanya, kalau dalam bahasa Arab kata jenis ini disebut mustarok, semisal dengan kata "auliya" didalam al-Qur'an yang sekarang sedang hangat diperbincangkan.
Misal rasa kopi yang kubuat tidak senikmat dahulu. Padahal dulu salah satu tugas muliaku adalah membuat kopi untuk teman,paman dan diriku sendiri. Atau rasa sayang yang sudah berganti haluan, sempat hilang namun masih menepis bengis.
Entah mengapa diriku suka resah, bukan berarti aku menaruh rasa padanya, namun karena aku sering melamun,duh. Diralat tentang kopi, baru saja kuseruput ternyata dia enak.


Ini fotoku dulu, waktu gondrong dan bloon.