Senin, 27 Maret 2017

Sel, Vitamin, Gen dan Hal Kecil yang Sebenarnya Adalah Organisme yang Sangat Luar Biasa

Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim.
Jika apa yang kita makan itu memberi label baru dalam diri kita, sebagai proses regenerasi (pergantian yang baru dari sela lama, dengan sel baru). Maka kualitas regenerasi ditentukan dua unsur. Unsur pertama adalah :
1. Darah, bagaimana darah kita menyalurkan vitamin yang kita cerna.
2. Reproduksi, bagaimana organ tubuh kita mencerna vitamin yang kita konsumsi, baik verbal maupun non verbal (suntik, infus dll).
3. Zat lain yang beraksi dengan vitamin tersebut (vitamin juga zat), reaksi kimia, fisika (matematis, bisa suara, seperti perubahan susunan molekul air apabila bercampur dengan gelombang suara yang tersusun oleh surat Al-Fatihah yang kita lafalkan).
4. Kualitas hewan atau tumbuhan yang kita cerna, yang di dalam tubuhnya mengandung vitamin-vitamin yang kita sebutkan. Juga reaksi 1-3 yang akan dialami si hewan atau tumbuhan tsb.

Hal diatas tidak terlepas dengan takdir Allah SWT juga kualitas psikologi, hati, dan lingkungan makhluk hidup tersebut (manusia, hewan dan tumbuhan), si pemakan maupun yang dimakan, akan menentukan efek yang berbeda sesuai ukuran-Nya.
Yang jadi pertanyaan saya adalah, selain mengucapkan bismillahiRahmaniRahiem, yang memberikan efek fisika, psikologi dan hati seperti yang saya sebutkan diatas, apakah dampak geografis juga sangat menentukan?. Hal ini berlandaskan fakta empiris yang sudah dibuktikan oleh para ahli, bahwa hewan laut yang berada dikedalaman (deep water). Contoh : Japanese spider crab,

Kepiting laba-laba (Macrocheira kaempferi) ini adalah spesies kepiting yang memiliki kaki panjang hingga 3,8 meter (paling panjang di antara arthropoda) dan berat hingga 19 kg. 

Menurut para ilmuwan, umurnya bisa mencapai 100 tahun, kepiting ini mampu hidup hingga kedalaman 600 meter di antara rongga-rongga dasar laut. Ketika  musim semi, ia merangkak naik hingga kedalaman 50 meter.

 Saat kepiting ini naik, ia ditangkap dalam skala besar di Jepang untuk dikonsumsi. Beberapa tahun belakangan, populasinya menurun drastis.

Bahkan bisa diungkapkan, semakin dalam maka semakin baik dari segi kualitas dan kuantitas asupan vitamin yang dibutuhkan apabila kita, mengkonsumsinya.

Lebih dalam lagi, saya kaitkan dengan sebuah teori ilmiah bahwasanya semua makhluk itu memiliki sel yang sama, maka timbulah hipotesis bahwa sel kuku kita itu mempunyai potensi untuk menjadi sel kepala misalnya. Namun mengapa sel kuku tidak berubah menjadi kepala walaupun sel kuku mempunya segala unsur yang dimiliki sel kepala.
Dan faktor geologi negeri barat berbeda dengan negri timur, namun disitu ada pertemuan dua laut yang didalamnya ada Lu'lu wal Marjan, sebagaimana yang diinformasikan di dalam Al-Qur'an yang tidak ada keraguan di dalamnya (Ar-Rahman : 22). Maka terjadilah asimilasi gen, sel dll, bisa dengan faktor cuaca (hujan dari laut barat, begitupun sebaliknya) atau secara genetika (pernikahan). Maka saya menganalisa bahwasanya proses kesempurnaan makhluk Allah SWT itu, salah satunya bisa dengan saling berinteraksi, baik sesama manusi, hewa, tumbuhan bahkan langit, bumi, jin (?) dan makhluk Allah SWT yang masih belum diketahui oleh manusia (yang ghaib seperti Syurga dan Neraka). Bagaimana dengan Al-Qur'an, bukankah dia adalah-Nya (Kalam), nah seharusnya apabila kita sering berinteraksi dengan Allah SWT pastilah ada perubahan positif yang luar biasa, karena Dia adalah yang Maha Kuasa dan Maha Suci hanya untuknya Nama-nama yang baik (Asmaul Husna).
Insy4JJI, jika ada umur dan kesempatan, tulisan ini akan saya lanjutkan. Dengan sumber yang Komprehensif dan Isya4JJI dilindungi dari fitnah/dusta dunia juga bisikan Syaithan nirjhim dengan izin dan perlindungan Allah SWT.
Akhiru Kalam.
Rabanaa Atinaa fid Dunya Hasanah wa Kinna Azabannar.
Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.
 Walahu'alam Bis-shawab.


Ihsanta Gitamaji Cholid Marzan
27 Maret 2017
Rahayu, Kab. Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar