Senin, 20 Februari 2017

Cahaya-Nya

Bismillah.

Suatu sore di Masjid Kampus tempatku mengembara, aku melaksanakan sholat. Suasana saat itu tenang seperti penggabungan Perpustakaan dan Pantai, angin dan suara berinteraksi beraturan, berharmoni. Pada saat assalamu'alaikum pertama, aku melihat papan putih dibalik kaca berwarna hitam Masjid itu. Dan pada saat assalamu'alaikum kedua, aku juga melihat papan putih itu yang dipantulkan oleh kaca berwarna hitam Masjid.
Setelah itu aku mulai berfikir seperti biasa, kali ini tentang yang orang biasa sebut Cahaya Illahi.
Jika cahaya Matahari bisa dipantulkan oleh benda-benda tertentu, maka Cahaya-Nya bisa dipantulkan oleh semua makhluknya. Lebih dari Matahari yang cahayanya bisa menembus ke hampaan ruang angkasa, maka Cahaya-Nya bisa menembus Blackhole yang terkenal dengan ke padatanya. Karena Dia adalah Al-Muhiit, Maha Meliputi.
Namun ada hati yang tidak mau tersentuh oleh Cahaya-Nya, mungkin karena hati itu sudah mati, walaupun sejatinya benda mati masih bisa memantulkan cahaya Matahari.
Mungkin selanjutnya saya akan memikirkan tentang sesuatu yang membuat hati tidak bisa menermia Cahaya-Nya.


Walahu 'alam bishawab.

Ihsanta Gitamaji Cholid Marzan

Bandung, 
21 Februari 2017

Say hai on my Twitter Hai Ceklek

Kamis, 24 November 2016

Rindu

Rindu adalah anugerah, jika bersyukur maka akan ditambah, mengeluh tidak mengubah.
Jadilah sama jika bersedia, jika tidak, maka janganlah berubah.
Karena rindu itu sebuah pohon, yang akan tumbuh subur jika disirami syukur, sudah lama mata ini terpaku, pada dahan panjang berdaun hijau, tempat buah bermunculan.
Duhai jarak yang memisahkan, kenalkah kau dengan waktu, jika ia maka sampaikan permintaanku, putar kembali masa itu.

Senin, 21 November 2016

Delicious Ambiguity

I wanted a perfect ending. Now I've learned, the hard way, that some poems don't rhyme, and some stories don't have a clear beginning, middle, and end. Life is about not knowing, having to change, taking the moment and making the best of it, without knowing what's going to happen next.
Delicious Ambiguity.
Gilda Radner

Senin, 14 November 2016

Semua orang galau

bahkan orang tua kita sekalipun pernah mengalami hal itu, jadi santai dan tetap positif karena banyak tanda tanya di dunia ini. jadi mainkan saja semua yang kita ketahui, berbagi wawasan dengan siapapun, bantu langkah mereka, siapa tau dia itu anu. Bergegaslah tinggalkanlah hal yang tidak berguna dan berdosa. Jujurlah dengan hatimu, ungkapkan apa yang hatimu ingin ungkapkan, jangan tertahan oleh ragu apalagi expektasi yang gak jelas alesanya. So lets the journey continue.

Resah

Seiring berjalanya waktu, aku dan rasa kerap kali hilang kesinambungan.
Kata rasa itupun sendiri memiliki banyak arti yang berbeda maknanya, kalau dalam bahasa Arab kata jenis ini disebut mustarok, semisal dengan kata "auliya" didalam al-Qur'an yang sekarang sedang hangat diperbincangkan.
Misal rasa kopi yang kubuat tidak senikmat dahulu. Padahal dulu salah satu tugas muliaku adalah membuat kopi untuk teman,paman dan diriku sendiri. Atau rasa sayang yang sudah berganti haluan, sempat hilang namun masih menepis bengis.
Entah mengapa diriku suka resah, bukan berarti aku menaruh rasa padanya, namun karena aku sering melamun,duh. Diralat tentang kopi, baru saja kuseruput ternyata dia enak.


Ini fotoku dulu, waktu gondrong dan bloon.

Kamis, 08 September 2016

Resume Event Kuliah Ta'aruf Mahasiswa Baru Hari ke-3 STAIPI Ciganitri 2016

ResumeKuliah Ta'aruf Mahasiswa Baru Hari ke-3

STAIPI Ciganitri 2016

Rabu 31 Agustus 2016, diadakan Kuliah Ta'aruf Mahasiswa Baru hari ke-3.
Pukul 07.00 WIB para peserta Kuliah Ta'aruf Mahasiswa Baru dikumpulkan berbaris sesuai kelompok masing-masing di lapangan gedung STAIPI oleh kang Alif.
Pada pukul 07.30 WIB peserta dimobilasi untuk melakukan senam yang dipimpin oleh teteh Elwita.
Pukul 09.00 dilanjut  dengan kegiatan menanam pohon, dipimpin oleh pak badru.

Pada pukul 09.30 - 14.30, para peserta Kuliah Ta'aruf Mahasiswa Baru diarahkan ke GSG Qornul Manazil, untuk menyimak materi yang akan disampaikan oleh pemateri.
Pemateri pertama memperkenalkan tentang Kartu Mahasiswa (ktm) sekaligus Automatic Teller Machine (atm) untuk mahasiswa STAIPI dengan syarat yang mudah, oleh Bank BJB yang insyaAllah jauh dari riba. 

Pemateri kedua mengajak para calon mahasiswa untuk mengenali diri kita sendiri, disampaikan oleh Ustadz Roshan Fahmi. 

Acara terkahir adalah penutupan, yang dipimpin oleh Ustadz Anwar. Pukul 14.30 WIB, Dan para calon mahasiswa sah menjadi mahasiswa.